Menilik Zenbook si Laptop Seksi

Laptop kini tak sebatas perangkat produktivitas, dalam perjalanannya perangkat ini juga menjadi gaya hidup bagi penggunanya. Alhasil, laptop dengan desain seksi jadi incaran banyak konsumen. Selain bobotnya lebih ringan sehingga enteng dibawa ke mana-mana, desain yang ciamik juga bikin pengguna pede menggunakannya di berbagai aktivitas, seperti ketika meeting di kantor, maupun bekerja dari kedai kopi.

Di sisi lain, seiring kebutuhan sekarang, laptop tak sekadar menyodorkan fungsi sebagai laptop. Tapi juga untuk presentasi, menikmati hiburan, dan lain-lain. Sehingga muncul segmen baru laptop multifungsi yang menyodorkan berbagai mode penggunaan. Tapi desain bukan satu-satunya yang jadi incaran konsumen, spesifikasi pastinya juga jadi faktor yang tak kalah penting. Apalagi laptop kerap digunakan untuk produktivitas, maka dibutuhkan spesifikasi yang mumpuni pula.

Salah satu perangkat yang mencoba peruntungannya di segmen ini adalah Asus ZenBook Flip Si laptop seksi. Bisa dibilang perangkat ini telah menyodorkan apa yang diinginkan pengguna saat ini, baik dari sisi desain, juga spesifikasinya.

Untuk mengenalnya lebih dalam, mari simak review berikut ini:


Desain seksi nan elegan

Salah satu faktor kuat yang dimiliki ZenBook jelas terlihat di desainnya. Asus secara pintar memberi tampilan seksi pada laptop ini, yang artinya tipis sekaligus elegan. Laptop ini bisa dengan mudah bikin orang penasaran ketika pertama kali melihat. Apalagi mengingat ketebalan ZenBook Flip S yang hanya berkisar 1,09 cm.

Demi menambah kesan premium, ZenBook juga hadir dengan aksen gold yang mengitari pinggiranya yang sukses bikin laptop ini menunjukkan kelasnya. Sementara ketika layarnya dibuka, pengguna akan dimanjakan dengan desain layar yang tampil tanpa bezel. Seluruh permukaannya benar-benar dilapisi kaca. Layarnya sendiri mengusung bentang 13,3 inch yang terbilang sesuai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Makin ciamik kala keyboard yang diusungnya juga dibekali backlit.

Tapi daya tarik sesungguhnya dari terletak di kemampuan multimode-nya. ZenBook Flip S memungkinkan pengguna melipat layarnya hingga ke belakang. Yang menjadikan laptop ini berfungsi sebagai tablet
Ketika mode tablet aktif, Windows 10 yang diusung juga akan memunculkan notifikasi yang meminta apakah pengguna ingin masuk ke mode tablet. Bila diiyakan, praktis tampilan Windows 10 pun akan bertransformasi bergaya tablet.

Penggunaannya juga terbilang mulus, bukti kalau ZenBook Flip S memang dibekali layar sentuh yang bisa dibilang mumpuni. Selain itu penempatan tombol power dan volume di sisi atas juga memberi kemudahan akses ketika mode tablet digunakan. Termasuk fitur sidik jari yang juga diposisikan di lokasi serupa.

Sementara di mode tent atau bersandar, ZenBook Flip S jadi perangkat yang mampu menjawab kebutuhan presentasi pengguna atau untuk menikmati video.

Asyiknya, berkat bobotnya yang ringan hanya 1,1 kg, perangkat ini cukup nyaman ketika dibawa-bawa dalam mode apapun, baik tablet maupun laptop biasa. Selain itu penempatan tombol di bagian sisi pastinya memudahkan pengguna ketika ingin menghidupkan ZenBook Flip S di mode tablet.

Sayang material aluminum yang digunakan agak terasaringkih. Sehingga pengguna harus memastikan menyimpannya di wadah tanpa benda keras kalau tak mau tergores. Untungnya dalam paket penjualan Asus memberikan tas sleeve yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk menjaga ZenBook Flip S tergores oleh benda lain.

Selain itu port USB-C yang digunakan juga memberi kesulitan tersendiri, terutama ketika penguna ingin mencolok flashdisk biasa. Jadi dibutuhkan semacam konverter dari USB-C ke USB standar bila ingin menggunakannya.

Spesifikasi hampir tanpa cela

Desain seksi ZenBook Flip S diiringi oleh spesifikasinya yang tak kalah menjanjikan. Asus membenamkan prosesor Intel Core i7 7500U yang tak perlu dipertanyakan lagi performanya. Prosesor ini menyodorkan kecepatan hingga 2,7 GHz dalam mode standard dan mencapai 3,5 Ghz ketika mode turbo.

Makin meyakinkan kalau Asus memadukannya dengan besaran RAM yang tak main-main, kapasitasnya 16 GB! Sementara untuk media penyimpanan dipercayakan pada SSD yang menawarkan ukuran sebesar 512 GB.

Beralih ke layar, LED dengan bentang seluas 13,3 inch dan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel) siap memanjakan mata pengguna dengan tampilannya yang cerah. Layar ini juga memungkinkan pengguna bisa melihatnya dari sudut manapun lantaran mengusung sudut tampilan hingga 178 derajat .

Sedangkan jarak dari layar ke sisi bezel hanya 6,11 mm. Menjadikan ZenBook Flip S seakan tampil tanpa bezel. Selain itu tampilan layar ZenBook juga diklaim ramah mata karena mereduksi 30% warna biru yang terpancar.

Untuk urusan grafis, Intel HD Graphics 620 yang merupakan bawaan prosesor Core i7 7500U diyakini sudah mampu menjawab kebutuhan pengguna.

Sedangkan untuk melengkapinya, dua port USB-C telah disiapkan. Yang sekaligus bisa difungsikan untuk pengisi daya. Menariknya, Asus juga menjanjikan ZenBook Flip S bisa terisi sampai 60% hanya dalam waktu 49 menit pengisian daya berkat fitur pengisian daya cepat.

Dalam kondisi penuh, ZenBook Flip S diklaim bisa bertahan hingga 11,5 jam.NET

Kelebihan lainnya terletak di sisi audio. Asus membenamkan apa yang dinamainya sebagai speaker SonicMaster Premium. Sementara port audio 3,5 mm yang tersedia dibekali smart amplifier sehingga output mampu memanjakan telinga pengguna

Ada juga aksesori stylus yang hadir dalam paket penjualannya. Pena digital ini dipastikan memberi kemudahan bagi pengguna yang suka corat-coret di layar, baik ketika presentasi maupun sekadar corat-coret di layar.

Sedangkan untuk urusan keamanan, ZenBook Flip S telah menyiapkan fitur pemindai sidik jari yang akan mengamankan data pengguna. Tapi karena posisinya di bagian pinggir, cukup sulit menggunakan fitur ini dalam mode laptop. Pengguna akan jauh lebih nyaman mengakses pemindai sidik jari di mode tablet.

Sementara bicara performa, dengan spesifikasi yang diusungnya hampir tak ditemui kendala sama sekali dalam penggunaannya. Sayang kartu grafis yang digunakan bersifat onboard, andai Asus membenamkan kartu grafis terpisah pasti performanya bakal benar-benar tanpa cela.

Tapi alasan dipilihnya kartu grafis onboard juga tak lepas dari desain seksi yang ditawarkan.

0 komentar