Yuk Melihat Sekolah Khusus Nenek yang Unik di India !

Sebuah sekolah di India jadi daya tarik. Berseragam sari pink, sekolah ini di khususkan untuk nenek-nenek 60 tahun ke atas!

India punya sebuah sekolah khusus bagi manula. Hanya boleh diikuti oleh nenek-nenek berumur 60 tahun ke atas, sekolah ini bernama Aajibaichi Shaala.

Pakar dan peneliti pendidikan telah menyebutkan sikap kolot terhadap wanita, termasuk preferensi untuk anak laki-laki di atas perempuan. Dan perkawinan anak-anak sebagai alasan utama tingkat melek huruf perempuan yang lebih rendah.

Berbalut dengan sari merah muda, seragam sekolah mereka, para wanita berjalan setiap sore di sepanjang jalan desa yang berdebu menuju sekolah. Karena Aajibaichi hanya membuka kelasnya pada sore hari.

Para nenek yang sedang belajar di kelasPara nenek yang sedang belajar di kelas (Danish Siddiqui/Reuters)

Kelas akan diadakan selama enam hari seminggu selama dua jam. Pelajaran di mulai saat sore hari agar wanita bisa menyelesaikan tugas mereka, atau pekerjaan mereka di sawah, sebelum menghadiri kelas.

"Pertama saya menyelesaikan semua pekerjaan rumah saya, lalu saya pergi ke sekolah. Ada baiknya kita memilikinya di desa kita, "kata Drupada Pandurangkedar kepada Reuters, ia berusia 70 tahun. Cucu perempuannya yang berusia delapan tahun belajar di sekolah dasar pemerintah di Fangane.

Para wanita memulai kelas dengan doa dan kemudian mereka akan memulai pelajaran mereka dengan menulis di papan tulis untuk berlatih. Walaupun sudah berusia lanjut, namun semangat mereka tak kalah dengan anak muda.

Sekolah menggunakan alat peraga seperti alfabet yang dilukis pada ubin yang bisa dibaca oleh siswa dengan penglihatan yang buruk. Banyak alat bantu dibuat oleh para siswa langsung.

"Saya suka pergi ke sekolah," ujar Kamal Keshavtupange (60).

Mereka belajar dengan menggunakan papan tulis kecilMereka belajar dengan menggunakan papan tulis kecil (Danish Siddiqui/Reuters)

"Lutut saya sakit, jadi saya tidak bisa duduk lama di lantai. Itulah satu-satunya masalah. Tapi saya tetap pergi setiap hari, "kata Keshavtupange.

Sheetal Prakash More, guru mereka yang berusia 30 tahun, mengatakan bahwa dia ingin melihat perempuan di desa lain mendapatkan akses pendidikan yang sama.

"Setiap guru lain mengajar anak-anak. Hanya saya yang punya kesempatan untuk mengajar wanita lanjut usia. Ini adalah kesempatan bagus dan saya sangat senang mengajar mereka, 

0 komentar